Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2013

Kisah Salman al Farisi mencari kebenaran

Salam semua,





Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Parsi yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa selesa dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menenteramkan hatinya.


Kisah Salman diceritakan terus kepada seorang sahabat dan keluarga terdekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:
Salman dilahirkan dengan nama Parsinya, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (ketua) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar.


Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.



Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang mempunyai jumlah hasil yang banyak. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan beberapa tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.


“Ayahku memiliki kawasan tanah subur yang luas. Suatu hari, ketika dia sibuk dengan pekerjaannya, dia menyuruhku untuk pergi ke tanah itu dan memenuhi beberapa tugas yang dia inginkan. Dalam perjalanan ke tanah tersebut, saya melalui gereja Nasrani. Saya mendengarkan suara orang-orang bersembahyang di dalamnya.


Saya tidak mengetahui bagaimana orang-orang di luar hidup, kerana ayahku membataskan pergerakanku di dalam rumahnya! Maka ketika saya melaluii orang-orang itu (di gereja) dan mendengarkan suara mereka, saya masuk ke dalam untuk melihat apa yang mereka lakukan.”

“Ketika saya melihat mereka, saya menyukai sembahyang mereka dan menjadi tertarik terhadapnya (yakni agama). Saya berkata (kepada diriku), ‘Sungguh, agama ini lebih baik daripada agama kami’”.

Salman mempunyai pemikiran yang terbuka, bebas dari taklid buta. “Saya tidak meninggalkan mereka sehingga matahari terbenam. Saya tidak pergi ke tanah ayahku.”
Dan ketika pulang, ayahnya bertanya. Salman pun menceritakan bertemu dengan orang-orang Nasrani dan mengaku tertarik.

Ayahnya terkejut dan berkata: “Anakku, tidak ada kebaikan dalam agama itu. Agamamu dan agama nenek moyangmu lebih baik.”


“Tidak, agama itu lebih baik dari milik kita,” tegas Salman.
Ayah Salman pun bersedih dan takut Salman akan meninggalkan agamanya. Jadi dia mengunci Salman di rumah dan merantai kakinya.


Salman tidak putus asa dan mengirimkan satu pesanan kepada penganut Nasrani, meminta mereka memberi khabar jika ada kafilah pedagang yang pergi ke Syria. Setelah informasi diperoleh, Salman pun membuka rantai dan lari untuk bergabung dengan rombongan kafilah.


Ketika tiba di Syria, dia meminta diperkenalkan dengan seorang pendeta di gereja. Dia berkata: “Saya ingin menjadi seorang Nasrani dan memberikan diri saya untuk melayani, belajar dari anda, dan sembahyang dengan anda.”


Pendeta bersetuju dan Salman pun masuk ke dalam gereja. Namun tidak lama kemudian, Salman menemui bukti bahawa pendeta adalah seorang yang tidak amanah dan rasuah. Dia memerintahkan para jemaah untuk bersedekah, namun hasil sedekah itu ditimbunnya untuk memperkaya diri sendiri.


Ketika pendeta itu meninggal dunia dan umat Nasrani berkumpul untuk menguburkannya, Salman mengatakan bahawa pendeta itu perasuah dan menunjukkan bukti-bukti timbunan emas dan perak pada tujuh pasu yang dikumpulkan dari sedekah para jemaah.
Setelah pendeta itu wafat, Salman pun pergi untuk mencari orang soleh lainnya, di Mosul, Nisibis, dan tempat lainnya.


Pendeta yang terakhir berkata kepadanya bahawa telah datang seorang nabi di tanah Arab, yang memiliki kejujuran, yang tidak memakan sedekah untuk dirinya sendiri.
Salman pun pergi ke Arab mengikuti para pedagang dari Bani Kalb, dengan memberikan wang yang dimilikinya. Para pedagang itu setuju untuk membawa Salman.
Namun ketika mereka tiba di Wadi al-Qura (tempat antara Syria dan Madinah), para pedagang itu mengingkari janji dan menjadikan Salman seorang seorang hamba, lalu menjual dia kepada seorang Yahudi.


Ringkas cerita, akhirnya Salman dapat sampai ke Yatsrib (Madinah) dan bertemu dengan rombongan yang baru berhijrah dari Makkah. Salman dibebaskan dengan wang tebusan yang dikumpulkan oleh Rasulullah SAW dan seterusnya mendapat bimbingan terus dari beliau.
Betapa gembira hatinya, kenyataan yang diterimanya jauh melebihi apa yang dicita-citakannya, dari sekadar ingin bertemu dan berguru menjadi anugerah pengakuan sebagai muslimin di tengah-tengah kaum Muhajirin dan kaum Anshar yang disatukan sebagai saudara.


Kisah kepahlawanan Salman yang terkenal adalah kerana ideanya membuat parit dalam usaha melindungi kota Madinah dalam Perang Khandaq.
Ketika itu Madinah akan diserang pasukan Quraisy yang mendapat dukungan dari suku-suku Arab lainnya yang berjumlah 10.000 orang. Pemimpin pasukan itu adalah Abu Sufyan. Ancaman juga datang dari dalam Madinah, di mana penganut Yahudi dari Bani Quradhzah akan mengacau dari dalam kota.


Rasulullah SAW pun meminta pandangan dari sahabat-sahabatnya bagaimana strategi menghadapi mereka. Setelah bermusyawarah akhirnya saranan Salman Al Farisi atau yang biasa dipanggil Abu Abdillah diterima.

Strategi Salman memang belum pernah diketahui oleh bangsa Arab pada waktu itu. Namun atas ketajaman pertimbangan Rasulullah SAW, saranan tersebut diterima.
Atas saranan Salman itulah perang dengan jumlah pasukan yang tak seimbang dimenangi kaum Muslimin.


Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, Salman dikirim untuk menjadi gubenor di daerah kelahirannya, hingga dia wafat.

Sumber : tulahan.blogspot.com



Sabtu, 23 November 2013

Kisah Tragis Seorang Pengemis Cantik di Cina



Sebuah kisah sedih dan tragis menghentak publik Cina. Seorang gadis cantik bernama Loli di Beijing tiba-tiba jatuh miskin dan menjadi pengemis setelah keluarganya terlilit utang 100,000 yuan kepada lintah darat. Lebih sedihnya lagi, untuk menembus uang itu, Loli menjual keperawanannya

Kisah ini terungkap berkat seorang reporter yang tanpa sengaja menemukan Loli tengah berada di emperan toko saat sedang mengamen untuk mendapatkan recehan dari belas kasihan orang. Reporter ini terkejut bukan main setelah melihat wajah sang pengemis wanita ternyata sangat cantik dan imut Yang lebih mengejutkan lagi, wanita itu memakai jaket Adidas dan kontak lens!! Lho kok bisa? Jangan2 pengemis palsu lagi? Dilanda rasa penasaran, reporter itu kemudian melacak tempat tinggalnya di sebuah kawasan rumah kumuh dan berhasil menjepret rumahnya.

Sontak saja, berita ini langsung menyebar ke seluruh Cina dan mendapat perhatian serius dari publik Cina. Belakangan diketahui, gadis ini bernama Han Biyao dan pernah bekerja sebagai waitress. Untuk menyambung hidupnya dan membantu biaya pengobatan ibunya yg sedang sakit, Biyao menjadi musisi jalanan.

Namun, cerita sedih Han Biyao ini agak diragukan karena diduga gadis ini sedang mencari sensasi untuk menjadi terkenal. Ini terungkap dari beberapa foto Biyao yang menampilkan dirinya berpose di sebuah mobil mewah, tinggal di hotel dan pergi ke Hong Kong. Bahkan, sebagain menuding Biyao adalah pelacur. Yang jadi pertanyaan, apakah benar Biyao adalah seorang pengemis atau hanya ulahnya saja yang bikin sensasi? Biarlah agan dan aganwati yang menilai .

Jarang2 ada pengemis kayak gini yang berpenampilan modis dan keren



Recehan dari belas kasihan orang



Ini dia gan, riwayat foto perjalanan masa lalunya yang indah sekali

Waktu masi punya mobil

Cantik yah gan


Waktu liburan di Hong Kong


Ini waktu mau dugem, cakep amat!


Pas tinggal di hotel


Doi tinggal di rumahnya ini gan


sumber

Jumat, 22 November 2013

Kisah Mengharukan Persahabatan Seekor Singa dan Manusia

Tahukan Anda bahwa sebuah persahabatan tidak hanya terjalin antara manusia dengan sesamanya, tapi juga berlaku juga antara manusia dengan binatang? meskipun binatang buas sekalipun. Kisah ini terjadi pada sekitar  tahun 70-an, seekor singa bernama Christian berhasil menggemparkan dunia dengan kisahnya. Kejadian ini nyata membuktikan bahwa seekor singa juga mempunyai perasaan yang sama seperti manusia. Mereka juga mempunyai memory, kasih sayang, cinta, rasa rindu, dan kesetiaan.

Christian, adalah seekor singa yang menjadi korban kejahatan pemburu gelap yang kemudian diperdagangkan di blackmarket. Sedangkan nasib ibu atau saudara Christian tidak diketahui, apakah mereka juga ikut tertangkap, mati terbunuh atau sudah terjual. Pada tahun 1969, Anthony Bourke dan John Rendall, dua orang sahabat, terkejut ketika menemukan seekor anak singa berusia 6 bulan di toko binatang Harrods yang sedang kesepian.

Kondisi bayi singa itu sungguh menyedihkan. Si singa kecil dikurung didalam sebuah jeruji yang sangat kecil. Suara parau sang singa kecil menyentuh hati kedua pemuda ini dan lalu mereka membelinya dan memberikan nama Christian pada bayi singa itu. Mereka bertiga akhirnya tinggal disebuah rumah di London.

Mereka pun memperlakukan Christian seperti layaknya sahabat. Mereka bermain bola bersama, makan bersama, nonton bersama dan jalan-jalan bersama. Mereka menjadi tiga sosok sahabat yang tidak terpisahkan.

singa christian

Sembilan bulan telah berlalu,Christian telah menjelma menjadi singa dewasa dan lingkungan rumah mereka yang kecil tidak cocok lagi untuk Christian untuk berlari-lari bebas seperti halnya waktu ia kecil dahulu. Ditambah lagi dengan tetangga yang resah dan ketakutan melihat sosok seekor singa jantan besar berlarian dilingkungan mereka.

Walaupun sedih, Anthony dan John memutuskan untuk mengembalikan Christian ke Kenya, Afrika, di bawah pengawasan ahli hewan buas untuk mengembalikan sifat alami Christian dari “sahabat manusia” menjadi hewan buas. Jika tidak, Christian tidak akan dapat bertahan di alam liar.

persahabatan christian
Selama beberapa bulan Christian di karantina di Afrika, para ahli meminimalisir kontak Christian dengan manusia terutama dengan pemiliknya. Selama itu, kata pengawas, Christian tampak murung dan sedih. Berkali-kali ia mengaum parau, mungkin memanggil kedua majikan sekaligus sahabatnya, John dan Anthony.

Meski John dan Anthony ingin menemui Christian, akan tetapi para pakar melarangnya, karena dikhawatirkan dengan keahdiran mereka berdua akan menghambat proses pengembalian insting alamiah singa sebagai hewan liar yang bebas dan ganas.

Akhirnya, Christian berhasil menemukan jati dirinya sebagai seekor singa jantan. Ia pun dilepaskan kealam bebas walaupun masih dipantau oleh para ahli. Awalnya, Christian mendapat kesulitan untuk menentukan wilayah kekuasaannya dan membuat kawanan, karena beberapa wilayah tersebut sudah dikuasai oleh singa jantan lainnya dan tentu saja para singa betina sudah dikuasai oleh para singa jantan tersebut. Christian memerlukan kawanan.

Karena seekor singa tidak akan bisa bertahan tanpa kawanan. Biasanya, dalam satu kawanan sedikitnya terdiri dari 3 ekor singa, satu jantan dua betina. Karena dalam kawanan hanya boleh dipimpin oleh satu singa jantan. Semakin kuat sang singa jantan tersebut maka akan makin banyak singa betina lainnya yang bergabung dalam kawanan tersebut. Oleh karena itu, para singa jantan muda akan keluar dari kelompok mereka lalu membentuk kelompok sendiri diwilayah lain.

Inilah masalah pertama yang harus dihadapi oleh Christian. Ia harus membentuk kelompok agar bisa bertahan hidup. Karena, singa tidak akan bisa berburu jika hanya sendirian. Perburuan yang mereka lakukan selalu dalam bentuk kerjasama kelompok yang kompak.

Para singa betina bertugas untuk mengejar dan membuat lelah si mangsa, jika mangsa sudah lelah maka sang singa jantan akan melakukan tindakan final untuk mengakhiri nyawa si mangsa dengan menggigit leher si mangsa sampai mati atau istilahnya “finishing touch”. Semakin besar jumlah singa dalam satu kawanan, maka semakin besar ukuran mangsa mereka. Seperti badak, gajah, banteng dan lain-lain.

Karena itu, John dan Anthony sangat mencemaskan keadaan Christian. Karena tidak jarang para singa jantan akan mati dalam perkelahian untuk mendapatkan atau mempertahankan wilayah atau kawanan dengan singa jantan lainnya, atau mati terbunuh oleh mangsa buruan mereka.

persahabatan christian

Jika singa jantan tidak hati-hati dan menyerang si mangsa tidak tepat pada waktunya (si mangsa belum kelelahan) maka tak ayal lagi singa jantan akan mati di banting ke batu ketika mangsanya memberontak saat lehernya digigit oleh si singa jantan, diinjak atau bahkan diserang balik oleh sang mangsa.

Akan tetapi, laporan-laporan yang mereka dapatkan dari si pengawas menunjukkan perkembangan positif yang berhasil dicapai oleh Christian. Christian berhasil mendapatkan kawanan dan bahkan ia berhasil menjadi ketua kawanan yang dalam jumlah yang besar. Perkembangan Christian ini sedikit melegakan hati John dan Anthony.

Setelah satu tahun lebih mereka berpisah, akhirnya John dan Anthony memutuskan untuk mengunjungi Christian di Afrika. Ahli singa dan pengurus hutan lindung di Afrika mengatakan bahwa Christian sudah hidup bersama singa-singa lainnya dan menjadi liar. Dan pengurus hutan lindung itu juga mengatakan kalau Christian tidak akan mengenali John Rendall dan Anthony. Mereka semua melarang mereka untuk menemui Christian, Karena singa itu tidak akan mengingat mereka lagi dan tentu saja akan mengakibatkan kematian terhadap mereka berdua.

Anthony dan John tidak perduli. Mereka percaya, ikatan persahabatan yang terjalin diantara mereka bertiga sangat dalam. Christian tidak akan menyerang mereka. Christian pasti tetap mengingat mereka berdua.Akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat ke hutan Afrika dan mencari Christian. Salah satu orang teman mereka tertarik dengan kejadian ini dan ikut bersama mereka untuk merekam pertemuan ini.

Setelah berjam-jam pencarian, akhirnya mereka menemukan Christian di dekat daerah pegunungan. Teman John dan Anthony yang merekam kejadian ini menahan nafas tegang ketika ia melihat sesosok singa jantan besar yang berlari menuruni batu-batuan disana dan berlari kearah mereka. Hanya John dan Anthony saja yang bersikap santai dan tersenyum lebar seolah-olah menyambut teman lama mereka.

Sesuai dengan dugaan John dan Anthony, Christian tidak melupakan mereka. Christian terlihat sangat gembira melihat dua wajah manusia yang sangat ia cintai itu. Christian bergantian memeluk dan mencium wajah John dan Anthony bertubi-tubi sebagaimana kebiasaannya ketika ia kecil dahulu. Ketiga sahabat dekat itu akhirnya bertemu kembali dan mereka bercengkerama satu sama lainnya selama berjam-jam dan kemudian berpisah lagi.

persahabatan christian

Coba lihat video rekaman kejadian waktu mereka bertemu kembali itu,bener-bener mengharukan.


Disini anda bisa lihat, singa sang penguasa hutan saja bisa benar-benar menghargai arti dari persahabatan. Kita sebagai manusia terkadang lebih mementingkan diri sendiri dan sering lupa akan arti persahabatan.

Sumber : anggaleoputra.blogspot.com